Hasan's Journal

this is me, and i think

Host omong kosong bak tong sampah

Posted by Hasan Imaduddin On January - 7 - 2012ADD COMMENTS

Tengah malam pada 6 Januari 2012, Marjinal kembali ke media Nasional. Dengan tampil di salah satu acara TV One.  Kenapa disiarkan tengah malam, pertanyaan yang hanya bisa dijawab direksi TV One. Ok kita tinggalkan bagian yang itu.  Marjinal perform dengan membawakan lagu ciptaannya sendiri dengan format akustik.  Atribut lengkap dengan dandanan ala Alien -yang mereka bilang- tampil di TV Nasional, sungguh apa adanya. Host acara masuk ke screen dan mulai mengeluarkan suara.  Tadinya saya berharap akan ada diskusi yang menarik dari tayangan ini.  Tayangan yang jarang sekali muncul di TV, bahkan waktu malam.  Tayangan ini juga pastinya feed back dari kasus yang terjadi di Aceh beberapa waktu yang lalu, yaa, semua tau lah. Banyak di beritakan di media, baik versi realitasnya maupun hiperbolisnya.

Host mulai mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan kepada Masing-masing personil Marjinal.  Dari stage, marjinal di ajak ke seting tempat duduk untuk mengobrol.  Yang saya kira tentang akan adanya diskusi yang berbobot ternyata salah besar. Host justru menanyakan hal-hal yang tidak penting seperti Read the rest of this entry »

Dampak Mobilisasi Franchise Asing ke Indonesia

Posted by Hasan Imaduddin On December - 30 - 2011ADD COMMENTS

Kata franchise berasal dari bahas Prancis kuno yang berarti “bebas”.  Konsep ini kemudian berkembang di Jerman sejak tahun 1840 dengan penjualan pada sektor makanan dan minuman saja.  Namun pada tahun 1951, perusahaan mesin jahit Singer di Amerika membuat perjanjian tertulis yang kemudian disebut-sebut sebagai pelopor perjanjian Franchise modern, tujuannya masih sederhana, yaitu pemberian hak untuk mendistribusikan produk.  Cara ini kemudian banyak ditiru oleh pelaku bisnis di Amerika, diantaranya adalah Coca cola, General Motors Industry.  Kemudian pada tahun 1919 A&W Root Beer membuka restoran cepat saji pertamanya, kecenderungan iklim waralaba yang didominasi oleh waralaba food and beverages mulai berkembang sampai saat ini hingga masuk ke Indonesia.

Dalam fenomena franchise yang berkembang di Indonesia belakangan ini, saya mengambil contoh kasus fenomena franchise asing di sektor food and beverages.  Semakin menjalar di kota-kota besar berbagai seperti Wendy’s, Bread Talk, Mc Donald, Kentucky Fried Chicken, Dunkin Donuts, Pizza Hut, Starbucks yang mempunyai animo pembeli cukup banyak dari masyarakat Indonesia yang rela mengalokasikan uang dan waktunya dalam antrian yang panjang dan kemudian membayar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ekspansi Franchisor asing ke Indonesia selain dari penyebab utama yaitu krisis ekonomi global yang melanda dunia barat antara lain adalah naiknya daya beli masyarakat Indonesia, tercapainya kepuasan pribadi (prestise) oleh pembelinya, tersedianya sumber daya yang dibutuhkan, dan lunturnya rasa nasionalisme.  Mobilisasi franchisor asing untuk mengekspansi pasar Indonesia ini mendapat tanggapan dari berbagai perkumpulan franchise lokal di Indonesia dan pemerintahan, salah satunya adalah tanggapan dari ketua umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) yang menyinggung tentang pengawasan franchise asing untuk lebih diperketat, karena hal itu cukup mengkhawatirkan bagi iklim perekonomian Indonesia yang pertumbuhan ekonominya masih positif.  Sementara itu Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementrian perdagangan, Gunaryo, menyatakan bahwa dia tidak menolak adanya perusahaan franchise asing yang masuk ke Indonesia walaupun persyaratan masuknya franchise asing sudah ada di Indonesia nanum masih terlalu mudah.  Beliau hanya memfokuskan pada kesetaraan aturan waralaba di Indonesia sama dengan aturan-aturan yang ada di negara lain.

Dampak Masuknya Waralaba Asing

Berikut adalah dampak-dampak yang terjadi akibat masuknya franchise asing ke Indonesia dalam jumlah yang sangat besar seperti belakangan ini :

Read the rest of this entry »

Masuknya Waralaba Asing di Indonesia

Posted by Hasan Imaduddin On December - 28 - 2011ADD COMMENTS

Usaha waralaba atau lebih dikenal dengan franchise dianggap mempunyai banyak kelebihan terutama untuk mendongkrak tingkat perekonomian bagi pelakunya.  Kelebihan-kelebihan tersebut terlihat pada sistem pendanaan, sistem manajemen, dan merk dagang. Pertumbuhan franchise dari franchisor asing di Indonesia belakangan ini tumbuh dengan cepat, mobilisasi pelaku bisnis terutama franchisor negara asing ini untuk beralih ke pangsa pasar Indonesia ini ada sebabnya, krisis ekonomi global.  Krisis ekonomi global memberikan dampak yang menjalar pada dampak-dampak lain.  Krisis global yang terjadi di dunia barat seperti Eropa dan Amerika memaksa mereka untuk mencari pasar lain karena di negara barat tidak memungkinkan lagi mendapatkan pasar di tengah semakin parahnya dampak krisis global disana.  Pelaku usaha franchise mencari pangsa pasar yang lebih berkompeten dan berjumlah banyak.  Pangsa pasar Asia tenggara, khususnya Indonesia, yang notabene berpenduduk 200 juta jiwa lebih merupakan faktor yang mendorong pelaku franchise asing untuk menjadikan Indonesia sebagai sasaran utama.  Terlebih lagi belakangan ini, tingkat pendapatan masyarakat di Indonesia sebagian besar naik, menyebabkan mereka cenderung konsumtif dengan barang-barang baru yang dianggap bisa menaikkan strata sosial untuk membedakan dari gaya hidup sebelumnya.  Segala macam barang impor baik makanan, produk elektronik, kendaraan, bahkan gaya hidup, yang bisa mendongkrak kehidupan mereka untuk mencapai prestise yang diinginkan, merupakan hal yang menarik untuk ditiru dan di konsumsi.

Dengan masuknya berbagai macam perusahaan franchise ke Indonesia, usaha menengah mikro di Indonesia semakin tergusur, tidak ada tempat lagi karena pasar lebih tertarik pada barang bar yang tampilannya menarik, dan harga masih terjangkau.  Krisis ekonomi global sebenarnya memberikan dampak baik bagi perekonomian makro di Indonesia dengan banyaknya modal asing yang ditanam ke Indonesia, kesalahan langkah dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah dapat menyebabkan semakin memburuknya perekonomian di sektor riil, yaitu sektor perekonomian mikro.   Permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan akibat krisis perekonomian global yang berdampak pada merebaknya bisbis franschise di Indonesia ini penting untuk di analisis lebih lanjut, karena dampaknya akan menjalar ke berbagai sektor bagi masyarakat Indonesia, dari tingkat konsumerisme yang semakin tinggi, pudarnya jiwa nasionalisme, semakin memburuknya perekonomian nasional, dan ketumpulan dalam berpikir kritis.

Cerita menarik kali pertama saya donor darah

Posted by Hasan Imaduddin On August - 24 - 2011ADD COMMENTS

Tadi malam, tepatnya tanggal 23 Agustus 2011 malam, saya tidak ada rencana untuk donor darah pada malam itu. Hanya salah seorang teman mengirim pesan meminta bantuan saya untuk menyumbangkan darah kayah temannya, karena golongan darah saya A. Beberapa hari sebelumnya memang teman saya yang lain pernah meminta saya untuk donor darah kepada ayah teman SMA nya yang sedang sakit, saya bersedia, tapi entah mengapa setelah saya konfirm ke temannya yang ayahnya sakit itu dia memutuskan tidak jadi, sudah ada katanya. It’s OK. Memang niatan saya dari awal ingin transfusi darah. Tanpa mengharap imbalan apapun. Pikir saya, selain dapet pengalaman baru juga, apa salahnya mencoba, dan yang terpenting, toh itu adalah amal. Dan sebenarnya saya tidak begitu peduli siapapun yang saya bantu dan akan mendapatkan darah dari saya.

Lanjut ke cerita semalam, saya langsung menuju RS Sardjito. Disusul setelahnya teman saya dan pacar saya yang datang bersama. Saya beruntung mendapat kesempatan ini, pikir saya. Kemudian saya bertemu dengan beberapa keluarga pasien, lanjut ke bagian transfusi darah di salah satu sudut Sardjito. Disambut oleh putri dari sang pasien, tadi nya respect dengannya, karena walaupun ayahnya sedang sakit dia tak terlihat murung dan sedih. Mendaftar, kemudian menunggu giliran. Tidak ada rasa gugup dan cemas sedikitpun dari saya, walaupun memang ini kali pertama saya untuk donor darah. Teman dan pacar saya malah yang terlihat heboh, kawatir, cemas, dan bla bla bla lah, membuat saya sedikit tidak nyaman.

Read the rest of this entry »

Website Sri Plecit, shocking ska therapy

Posted by Hasan Imaduddin On August - 23 - 2011ADD COMMENTS

Akhirnya jadi sudah website baru official kami, sriplecit.com. Sebelumnya saya menggunakan wordpress dengan aplikasi yang sangat terbatas, karena wordpressnya pun yang gratisan.Muncul ide untuk membuat website dari CMS lain juga dan menguploadnya ke hosting saya yang lama oversightska.com, yang mana adalah website untuk Oversight.Dengan membuatkan subdomain untuk sriplecit di hosting saya tersebut, mulailah perpindahan data yang memang tidak terlalu banyak dari website sri plecit yang lama, ke website yang sedang proses dibangun.

Menggukanan Joomla versi 1.5 dengan tambahan beberapa module dan komponen yang sekiranya diperlukan, jadi lah website baru sri plecit dengan konten yang lebih dinamis. Yang sebelumnya hanya berita saja yang terlihat dinamis pada website kami yang lama. Untuk tema layout dan pemilihan warna memang sengaja tidak terlalu kontras berbeda dari website yang lama. Maklum, untuk memperlihatkan image. Fitur dinamis yang bertambah dari website baru ini antara lain penambahan upcoming gigs, album foto, online chat untuk meninggalkan pesan, twitter streaming, facebook streaming, facebook like, playlist, dan masih banyak lagi. Digarap kurang lebih dua minggu, dan di upload di sebuah warnet dengan menumpang hotspotan disana. Website ini akan menjadi media penyalur kami, dengan keterbatasan waktu dan biaya transportasi kami mungkin untuk menjangkau tempat-tempat yang sekiranya tidak bisa kami jangkau.

Saat ini website sri plecit sudah dapat di akses dari manapun anda berada. http://www.sriplecit.com . Walaupun domain tersebut redirect ke http://sriplecit.oversightska.com, karena keterbatasan dana juga untuk membeli banyak hosting. Karena itulah mengapa saya hanya membeli domain untuk website sri plecit ini.

Sampah oh sampah

Posted by Hasan Imaduddin On July - 18 - 2011ADD COMMENTS

Apakah anda akan membiarkan sampah-sampah plastik ini melintasi sungai-sungai anda yang memang sudah kotor?

Apakah anda akan membiarkan anak kecil yang terbiasa membuang bungkus permennya saat ia berdiri?

Sudah tidak pedulikah anda menuntunnya untuk terbiasa mencari tempat sampah?

Malukah anda ketika didapapti saku anda penuh dengan sampah plastik ketika kita memang tidak menemukan tempat sampah? dan pasti anda menemukannya beberapa saat setelah itu.

Masih mau kah anda memilah sampah organik dan anorganik demi lingkungan kita?

Bersediakah anda sedikit membantu tugas bapak-bapak pekerja sampah dengan menempatkan sampah pada tempat yang sudah disediakan untuk dapat diolah diolah dengan baik oleh bapak-bapak tersebut?

Tidak malukah anda ketika anda membuang bungkus makanan tepat dimana anda berdiri dan makan saat itu, padahal hanya 3 meter dari jarak anda ada tempat sampah.

“Saiki jam piro yo bos?”

Posted by Hasan Imaduddin On July - 13 - 2011ADD COMMENTS

Satu lagi cerita lucu dan ga penting sebetulnya untuk di post disini, tapi selalu menyenangkan dan membuat perut saya bergetar karena tertawa saat mengingat kejadian ini.

Alkisah ketisa saya dan teman-teman nongkrong-nogkrong di depan kampus MSD Jogja suatu malam, kami memang sering melakukan meeting disitu ditemani cemilan dan air hangat angkringan depan MSD yang komplit plit plit makanannya. Sedang asiknya meeting dan sebetulnya juga hanya meeting-meetingan tidak begitu penting, seseorang jangkung dengan rambut gondrong terurai, kacamata lensa, parka, dan membawa koper kotak menghampiri di kerumunan kami-kami yang sedang duduk bersila dan tak ragu mengatakan pada salah seorang teman kami di paling ujung : “piye bos?..” Read the rest of this entry »

Sponsors

About Me

There is something about me..

Twitter

    Photos

    Activate the Flickrss plugin to see the image thumbnails!